Kamis, 08 November 2012
Rabu, 07 November 2012
Sejarah Persib Bandung
Sejarah
Sebelum bernama Persib Bandung, di Kota Bandung berdiri Bandoeng Inlandsche Voetbal Bond (BIVB) pada sekitar tahun 1923. BIVB ini merupakan salah satu organisasi perjuangan kaum nasionalis pada masa itu. Tercatat sebagai Ketua Umum BIVB adalah Mr. Syamsudin yang kemudian diteruskan oleh putra pejuang wanita Dewi Sartika, yakni R. Atot.
Atot pulalah yang tercatat sebagai Komisaris Daerah Jawa Barat yang pertama. BIVB memanfaatkan lapangan Tegallega di depan tribun pacuan kuda. Tim BIVB ini beberapa kali mengadakan pertandingan di luar kota seperti Yogyakarta dan Jatinegara, Jakarta.
Pada tanggal 19 April 1930, BIVB bersama dengan VIJ Jakarta, SIVB (sekarang Persebaya), MIVB (PPSM Magelang), MVB (PSM Madiun), VVB (Persis Solo), dan PSM (PSIM Yogyakarta) turut membidani kelahiran PSSI
dalam pertemuan yang diadakan di Societeit Hadiprojo Yogyakarta. BIVB
dalam pertemuan tersebut diwakili oleh Mr. Syamsuddin. Setahun kemudian
kompetisi tahunan antar kota/perserikatan diselenggarakan. BIVB berhasil
masuk final kompetisi perserikatan pada tahun 1933 meski kalah dari VIJ Jakarta.
BIVB kemudian menghilang dan muncul dua perkumpulan lain yang juga
diwarnai nasionalisme Indonesia yakni Persatuan Sepak bola Indonesia
Bandung (PSIB) dan National Voetball Bond (NVB). Pada tanggal 14 Maret 1933, kedua perkumpulan itu sepakat melakukan fusi dan lahirlah perkumpulan yang bernama Persib yang kemudian memilih Anwar St. Pamoentjak
sebagai Ketua Umum. Klub-klub yang bergabung ke dalam Persib adalah
SIAP, Soenda, Singgalang, Diana, Matahari, OVU, RAN, HBOM, JOP, MALTA,
dan Merapi.
Persib kembali masuk final kompetisi perserikatan pada tahun 1934,
dan kembali kalah dari VIJ Jakarta. Dua tahun kemudian Persib kembali
masuk final dan menderita kekalahan dari Persis Solo. Baru pada tahun 1937, Persib berhasil menjadi juara kompetisi setelah di final membalas kekalahan atas Persis.
Di Bandung pada masa itu juga sudah berdiri perkumpulan sepak bola yang dimotori oleh orang-orang Belanda
yakni Voetbal Bond Bandung & Omstreken (VBBO). Perkumpulan ini
kerap memandang rendah Persib. Seolah-olah Persib merupakan perkumpulan
"kelas dua". VBBO sering mengejek Persib. Maklumlah
pertandingan-pertandingan yang dilangsungkan oleh Persib ketika itu
sering dilakukan di pinggiran Bandung, seperti Tegallega dan Ciroyom.
Masyarakat pun ketika itu lebih suka menyaksikan pertandingan yang
digelar VBBO. Lokasi pertandingan memang di dalam Kota Bandung dan tentu
dianggap lebih bergengsi, yaitu dua lapangan di pusat kota, UNI dan SIDOLIG.
Persib memenangkan "perang dingin" dan menjadi perkumpulan sepak bola
satu-satunya bagi masyarakat Bandung dan sekitarnya. Klub-klub yang
tadinya bernaung di bawah VBBO seperti UNI dan SIDOLIG pun bergabung
dengan Persib. Bahkan VBBO (sempat berganti menjadi PSBS sebagai suatu
strategi) kemudian menyerahkan pula lapangan yang biasa mereka
pergunakan untuk bertanding yakni Lapangan UNI, Lapangan SIDOLIG (kini Stadion Persib), dan Lapangan SPARTA (kini Stadion Siliwangi). Situasi ini tentu saja mengukuhkan eksistensi Persib di Bandung.
Ketika Indonesia jatuh ke tangan Jepang,
kegiatan persepak bolaan yang dinaungi organisasi dihentikan dan
organisasinya dibredel. Hal ini tidak hanya terjadi di Bandung melainkan
juga di seluruh tanah air. Dengan sendirinya Persib mengalami masa
vakum. Apalagi Pemerintah Kolonial Jepang pun mendirikan perkumpulan
baru yang menaungi kegiatan olahraga ketika itu yakni Rengo Tai Iku Kai.
Tapi sebagai organisasi bernapaskan perjuangan, Persib tidak takluk
begitu saja pada keinginan Jepang. Memang nama Persib secara resmi
berganti dengan nama yang berbahasa Jepang tadi. Tapi semangat juang,
tujuan dan misi Persib sebagai sarana perjuangan tidak berubah
sedikitpun.
Pada masa Revolusi Fisik, setelah Indonesia merdeka, Persib kembali
menunjukkan eksistensinya. Situasi dan kondisi saat itu memaksa Persib
untuk tidak hanya eksis di Bandung. Melainkan tersebar di berbagai kota,
sehingga ada Persib di Tasikmalaya, Persib di Sumedang, dan Persib di Yogyakarta. Pada masa itu prajurit-prajurit Siliwangi hijrah ke ibukota perjuangan Yogyakarta.
Baru tahun 1948
Persib kembali berdiri di Bandung, kota kelahiran yang kemudian
membesarkannya. Rongrongan Belanda kembali datang, VBBO diupayakan hidup
lagi oleh Belanda (NICA) meski dengan nama yang berbahasa Indonesia
Persib sebagai bagian dari kekuatan perjuangan nasional tentu saja
dengan sekuat tenaga berusaha menggagalkan upaya tersebut. Pada masa
pendudukan NICA tersebut, Persib didirikan kembali atas usaha antara
lain, dokter Musa, Munadi, H. Alexa, Rd. Sugeng dengan Ketua Munadi.
Perjuangan Persib rupanya berhasil, sehingga di Bandung hanya ada
satu perkumpulan sepak bola yakni Persib yang dilandasi semangat nasionalisme. Untuk kepentingan pengelolaan organisasi, dekade 1950-an ini pun mencatat kejadian penting. Pada periode 1953-1957 itulah Persib mengakhiri masa pindah-pindah sekretariat. Wali Kota Bandung saat itu R. Enoch, membangun Sekretariat Persib di Cilentah. Sebelum akhirnya atas upaya R. Soendoro, Persib berhasil memiliki sekretariat Persib yang sampai sekarang berada di Jalan Gurame.
Pada masa itu, reputasi Persib sebagai salah satu jawara kompetisi
perserikatan mulai dibangun. Selama kompetisi perserikatan, Persib
tercatat pernah menjadi juara sebanyak empat kali yaitu pada tahun 1961, 1986, 1990, dan pada kompetisi terakhir pada tahun 1994. Selain itu Persib berhasil menjadi tim peringkat kedua pada tahun 1950, 1959, 1966, 1983, dan 1985.
Keperkasaan tim Persib yang dikomandoi Robby Darwis
pada kompetisi perserikatan terakhir terus berlanjut dengan
keberhasilan mereka merengkuh juara Liga Indonesia pertama pada tahun 1995.
Persib yang saat itu tidak diperkuat pemain asing berhasil menembus
dominasi tim tim eks galatama yang merajai babak penyisihan dan
menempatkan tujuh tim di babak delapan besar. Persib akhirnya tampil
menjadi juara setelah mengalahkan Petrokimia Putra melalui gol yang diciptakan oleh Sutiono Lamso pada menit ke-76.
Sayangnya setelah juara, prestasi Persib cenderung menurun. Puncaknya
terjadi saat mereka hampir saja terdegradasi ke Divisi I pada tahun 2003. Beruntung, melalui drama babak playoff, tim berkostum biru-biru ini berhasil bertahan di Divisi Utama.
Sebagai tim yang dikenal baik, Persib juga dikenal sebagai klub yang
sering menjadi penyumbang pemain ke tim nasional baik yunior maupun
senior. Sederet nama seperti Risnandar Soendoro, Nandar Iskandar, Adeng Hudaya, Heri Kiswanto, Ajat Sudrajat, Yusuf Bachtiar, Dadang Kurnia, Robby Darwis, Budiman, Nur'alim, Yaris Riyadi hingga generasi Erik Setiawan dan Eka Ramdani
merupakan sebagian pemain timnas hasil binaan Persib.Sampai saat ini
Persib Bandung adalah tim Indonesia yang bisa di bilang paling
dibanggakan oleh Indonesia karena prestasi dan kemampuannya.
Akhirnya setelah penantian selama kurang lebih 17 tahun, Persib Bandung akhirnya meraih satu trofi yaitu CELEBES CUP 2012 dengan mengalahkan Sriwijaya FC di final pada tanggal 04 November 2012 di Stadion Siliwangi dengan skor 1 - 0, Gelar ini tentu saja memberikan efek yang sangat baik untuk skuad persib bandung yang sebentar lagi akan dihadapkan pada kompetisi sesungguhnya yaitu Indonesian Super League (ISL), Kemenangan melawan Sriwijaya juga mengukuhkan Persib sebagai Juara CELEBES CUP 2012 setelah pada tahun 2011 Juara CELEBES CUP adalah Makassar United. Semoga pencapaian ini tidak menjadikan skuad Persib menjadi puas diri, ini merupakan sebuah awal dari perjalanan yang panjang musim 2012 nanti, semoga hasil yang begitu baik ini menjadi obat bagi para jutaan bobotoh yang telah menantikan sekian lama sebuah gelar. Kita doakan PERSIB BANDUNG MENJADI KAMPIUN ISL 2012. Amin :)
cerpen
Anak Malang
Yang Mempunyai Bakat
Seorang anak yang bernama Dika ,setiap pagi ia harus pergi
mencari barang bekas untuk di jual, di saat di saat mencari bekas ia menemukan
bola, di sore hari ia memainkan bola itu. Ke esokan harinya di saat ia sedang
mencari barang bekas ia melihat sekumpulan anak-anak sedang bermain sepak bola,
ia duduk sambil melihati anak-anak bermain bola, dan ada anak yang mendekati
dika anak itu berkata”kamu mau ikut main?”dika menjawab”ya”dengan gembira saat
bermain dika jarang mendapatkan bola, di saat ia mendapatkan bola ia bingung
apa yang harus ia lakukan dan ada seorang anak berkata “tendang!!tendang!!” ia
pun menendang bola itu dengan keras dan tidak terarah. Seusai bermain ia pulang
dengan keadaan baju yang kotor dan membawa barang bekas yang sedikit,
sesampainya di rumah ia di marahi oleh orang tuanya karna bajunya yang kotor
ayahnya pun berkata” kamu habis dari mana? ” dengan suara yang keras dika pun
menjawab” main bola pa “ “awas kalau
kamu besok main bola lagi, sudah sana cepat mandi” dika pun langsung mandi d
sumur.
Ke esokan harinya di waktu pagi ia
memainkan bola yang ia dapat di waktu memungut barang bekas, ia memaikan bola
itu tak kenal lelah. Saat siang hari dika memungut barang bekas lagi, dia
memungut barang bekas sampai ke stadion, dia memasuki stadion itu. Di dalam
stadion ia melihat orang-orang yg sedang latihan dia mengamati orang yg sedang
latihan. Saat malam ia menonton bola d tv. Saat pagi hari ia memainkan bola itu
dan ia teringat apa yang di lihatnya saat di stadion, saat menonton tv ia coba
mempelajari apa yang dia lihat. Dia pun lama-keamaan mulai bisa, sore hari ia
pergi lagi ke stadion untuk melihat orang latihan ia mempelajari apa yang dia
lihat se waktu dia mengamati orang yang sedang latihan.
Pada kesokan harinya ia pergi ke
tempat anak-anak yang sedang bermain. Dia duduk sambil melihat anak-anak yang
sedang bermain dan berharap dia di ajak main, sudah lama ia duduk dia tidak di
ajak main, akhirnya ia memutuskan untuk pulang di saat dia berdiri ada seorang
anak berteriak “hey” dika pun langsung membalikkan badannya ternyata dia anak
yang kemarin yang ngajak dika untuk main anak itu berkata” kamu anak yang
kemarin ikut main kan “ dika pun menjawab “ iya, aku boleh ikut main lagi? “
boleh, nama kamu siapa? “tanya anak itu, dika menjawab “ dika “anak itu berkata
“ kalau aku imron, kamu mainnya d striker ya? “ aku ga bisa main di striker aku
bisanya d gelandang serang “jawab dika, imron berkata “ya udah kalau gitu aku
mainnya di striker”. Saat bermain ada seorang bapa yang mengamati anak-anak
bermain, bapa itu terpikau atas permainana dika. Se usai bermain bapa itu
mendekati dika dan berkata “nama kamu siapa?” “dika pa” jawab dika “
perkenalkan nama bapa rahmad darmawan, bapa adalah petaih timnas U-10 tahun,
kamu mau ga ikut bapa masuk timnas, kalau kamu mau besok bapa tunggu kamu di
sini?”kata bapa “iya pa saya mau”. Saat di rumah dia memberitahukan kepada
ayahnya “yah tadi aku main bola terus ada bapa-bapa namanya rahmad darmawa dia
adalah pelatih timnas U-10 tahun aku di ajak sama bapa itu masuk timnas besok
aku d suruh ke lapangan sama bapa itu” kata dika “kamu kan sudah ayah bilangin
jangan bermain bola lagi”kata ayah “ tapi yah aku di ajak masuk timnas itu
kesempatan yang baik”jawab dika “nak masuk timnas harus butuh uang banyak dari
mana ayah mau dapat uang banyak kamu kan tau sendiri bapa ga punya pekerjaan,
sudah cepat sana kamu mandi dan jangan berhayal kamu bisa masuk timnas”kata
ayah
Keesokan harinya saat sore hari bapa
rahmad darmawan datang ke lapangan tempat dika main kemarin dan bertemu dengan
imron “ anak yang kemarin yang namanya dika mana?” tanya pa rahmad “ ga tau”
jawab imron “kamu tau ga rumahnya di mana?” tanya pa rahmad “tau pa”jawab dika
“tolong antarin saya ke sana”kata pa rahmad. Sesampainya d rumah dika imron
bertemu dengan dika “dik ada pa rahmad mau ketemu sama kamu”kata imron “ dika
kenapa kamu ga ke lapangan, kamu ga mau masuk timnas?” tanya pa rahmad “ mau
pa,tapi ayah saya ga ngijinin kalau saya masuk timnas beliau bilang masuk
timnas prlu biaya “jawab dika “ ga masuk timnas ga peru biaya, malah kalau kamu
masuk timnas kamu akan d gaji,soal beli sepatu bola ga usah di pikirin biar
bapa yang beli”kata pa rahmad “yang bener pa?”tanya dika “ iya, mana ayah
kamu?”tanya pa Rahmad “ada pa”jawab dika “cepat panggil ayah kamu biar bapa
yang ngejelasin”kata pa rahmad, “yah ada pa rahmad yang pelatih timnas, mau
ketemu bapa?”kata dika. Sesudah pa rahmad menjelaskan semuanya kepada ayah
dika, ayah dika pun mengizinkan dika masuk timnas.
Saat pertandingan antar negara d mulai
tepatnya d london inggris. Indonesia menjadi juara. Seusai pertandingan dika
mendapat tawaran bermain di manchester united junior. Dika berkata kepada pa
rahmad “pa, saya mendapatkan tawaran bermain di manchester united junior, saya
ingin menerima tawaran itu, tapi saya harus izin dulu kepada orang tua
saya?”kata dika “udah kamu terima saja tawaran itu soal orang tua kamu biar
bapa aja yang kasih tau” kata pa rahmad
Akhirnya
dika pun bermain di Manchester United dengan Ardho yang sama-sama dari
Indonesia.by created: Ardho Alberni Hidrian
sejarah manchester united
Tahun awal (1878–1945)
Tim Manchester United pada awal sesi 1905-06, yang pada saat itu menjadi juara dua di Divisi 2 dan terangkat.
Tim pertama kali dibentuk dengan nama Newton Heath Lancashire and Yorkshire Railwaiy F.C. pada 1878 sebagai tim karya Lancashire dan Yorkshire, stasiun kereta api di Newton Heath. Kaos tim berwarna hijau - emas. Mereka bermain di sebuah lapangan kecil di North Road, dekat stasiun kereta api Piccadilly Manchester selama lima belas tahun, sebelum pindah ke Bank Street di kota dekat Clayton
pada 1893. Tim sudah memasuki kompetisi sepak bola tahun sebelumnya dan
mulai memutuskan hubungannya dengan stasiun kereta api, menjadi
perusahaan mandiri, mengangkat seorang sekretaris perkumpulan dan
pengedropan "L&YR" dari nama mereka untuk menjadi Newton Heath F.C saja..
Tak lama kemudian, pada tahun 1902, tim nyaris bangkrut, dengan utang
lebih dari £2500. Lapangan Bank Street mereka telah ditutup.[5]
Sebelum tim mereka bubar, mereka menerima investasi dari J. H. Davies[ket 1], direktur Manchester Breweries. Awalnya, seorang legenda tim, Harry Stafford, yang merupakan kapten tim, memamerkan anjing St. Bernardnya[ket 2],
kemudian Davies memutuskan untuk membeli anjing itu. Stafford menolak,
tetapi berhasil memengaruhi Davies untuk menannamkan modal pada tim dan
menjadi chairman tim.[6] Diadakan rapat untuk mengganti nama perkumpulan. Manchester Central dan Manchester Celtic adalah nama yang diusulkan, sebelum Louis Rocca, seorang imigran muda asal Italia, berkata "Tuan-tuan, mengapa kita tidak menggunakan nama Manchester United?"[7] Nama ditetapkan dan Manchester United secara resmi eksis mulai 26 April
1902. Davies juga memutuskan untuk mengganti warna tim dan terpilihlah
warna merah dan putih sebagai warna tim Manchester United.
Ernest Mangnall ditunjuk menjadi sekretaris klub menggantikan James West yang mengundurkan diri pada tanggal 28 September
1902. Mangnall bekerja keras untuk mengangkat tim ke Divisi Satu dan
gagal pada upaya pertamanya, menempati urutan 5 Liga Divisi Dua.
Mangnall memutuskan untuk menambah sejumlah pemain ke dalam klub dan
merekrut pemain seperti Harry Moger, Dick Duckworth, dan John Picken, ada juga Charlie Roberts yang membuat dampak besar. Dia dibeli £750 dari Grimsby Town pada April 1904, dan membawa tim ke posisi tiga klasmen akhir musim 1903-1904.
Mereka kemudian berpromosi ke Divisi Satu setelah finis diurutan dua
Divisi Dua musim 1905–06. Musim pertama mereka di Divisi Satu berakhir
kurang baik, mereka menempati urutan 8 klasmen. Akhirnya mereka
memenangkan gelar liga pertamanya pada tahun 1908. Manchester City sedang diselidiki karena menggaji pemain diatas regulasi yang ditetapkan FA.
Mereka didenda £250 dan delapan belas pemain mereka dihukum tidak boleh
bermain untuk mereka lagi. United dengan cepat mengambil kesempatan
dari situasi ini, merekrut Billy Meredith dan Sandy Turnbull, dan lainnya. Pemain baru ini tidak boleh bermain dahulu sebelum tahun Baru 1907,
akibat dari skors dari FA. Mereka mulai bermain pada musim 1907–08 dan
United membidik gelar juara saat itu. Kemenangan 2–1 atas Sheffield
United memulai kemenangan beruntun sepuluh kali United. Namun pada
akhirnya, mereka tutup musim dengan keunggulan 9 poin dari rival mereka,
Aston Villa.
Klub membutuhkan waktu dua tahun untuk membawa trofi lagi, mereka
memenangkan trofi Liga Divisi Satu untuk kedua kalinya pada musim
1910–11. United pindah ke lapangan barunya Old Trafford. Mereka memainkan pertandingan pertamanya di Old Trafford pada tanggal 19 Februari 1910 melawan Liverpool,
tetapi mereka kalah 4-3. Mereka tidak mendapat trofi lagi pada musim
1911–12, mereka tidak didukung oleh Mangnall lagi karena dia pindah ke Manchester City setelah 10 tahunnya bersama United. Setelah itu, mereka 41 tahun bermain tanpa memenangkan satu trofi pun.
United kembali terdegradasi pada tahun 1922 setelah sepuluh tahun bermain di Divisi Satu. Mereka naik divisi lagi tahun 1925, tetapi kesulitan untuk masuk jajaran papan atas liga Divisi Satu dan mereka turun divisi lagi pada tahun 1931. United meraih mencapaian terendah sepanjang sejarahnya yaitu posisi 20 klasemen Divisi Dua 1934. kekuatan mereka kembali ketika musim 1938–39.
Langganan:
Postingan (Atom)