Anak Malang
Yang Mempunyai Bakat
Seorang anak yang bernama Dika ,setiap pagi ia harus pergi
mencari barang bekas untuk di jual, di saat di saat mencari bekas ia menemukan
bola, di sore hari ia memainkan bola itu. Ke esokan harinya di saat ia sedang
mencari barang bekas ia melihat sekumpulan anak-anak sedang bermain sepak bola,
ia duduk sambil melihati anak-anak bermain bola, dan ada anak yang mendekati
dika anak itu berkata”kamu mau ikut main?”dika menjawab”ya”dengan gembira saat
bermain dika jarang mendapatkan bola, di saat ia mendapatkan bola ia bingung
apa yang harus ia lakukan dan ada seorang anak berkata “tendang!!tendang!!” ia
pun menendang bola itu dengan keras dan tidak terarah. Seusai bermain ia pulang
dengan keadaan baju yang kotor dan membawa barang bekas yang sedikit,
sesampainya di rumah ia di marahi oleh orang tuanya karna bajunya yang kotor
ayahnya pun berkata” kamu habis dari mana? ” dengan suara yang keras dika pun
menjawab” main bola pa “ “awas kalau
kamu besok main bola lagi, sudah sana cepat mandi” dika pun langsung mandi d
sumur.
Ke esokan harinya di waktu pagi ia
memainkan bola yang ia dapat di waktu memungut barang bekas, ia memaikan bola
itu tak kenal lelah. Saat siang hari dika memungut barang bekas lagi, dia
memungut barang bekas sampai ke stadion, dia memasuki stadion itu. Di dalam
stadion ia melihat orang-orang yg sedang latihan dia mengamati orang yg sedang
latihan. Saat malam ia menonton bola d tv. Saat pagi hari ia memainkan bola itu
dan ia teringat apa yang di lihatnya saat di stadion, saat menonton tv ia coba
mempelajari apa yang dia lihat. Dia pun lama-keamaan mulai bisa, sore hari ia
pergi lagi ke stadion untuk melihat orang latihan ia mempelajari apa yang dia
lihat se waktu dia mengamati orang yang sedang latihan.
Pada kesokan harinya ia pergi ke
tempat anak-anak yang sedang bermain. Dia duduk sambil melihat anak-anak yang
sedang bermain dan berharap dia di ajak main, sudah lama ia duduk dia tidak di
ajak main, akhirnya ia memutuskan untuk pulang di saat dia berdiri ada seorang
anak berteriak “hey” dika pun langsung membalikkan badannya ternyata dia anak
yang kemarin yang ngajak dika untuk main anak itu berkata” kamu anak yang
kemarin ikut main kan “ dika pun menjawab “ iya, aku boleh ikut main lagi? “
boleh, nama kamu siapa? “tanya anak itu, dika menjawab “ dika “anak itu berkata
“ kalau aku imron, kamu mainnya d striker ya? “ aku ga bisa main di striker aku
bisanya d gelandang serang “jawab dika, imron berkata “ya udah kalau gitu aku
mainnya di striker”. Saat bermain ada seorang bapa yang mengamati anak-anak
bermain, bapa itu terpikau atas permainana dika. Se usai bermain bapa itu
mendekati dika dan berkata “nama kamu siapa?” “dika pa” jawab dika “
perkenalkan nama bapa rahmad darmawan, bapa adalah petaih timnas U-10 tahun,
kamu mau ga ikut bapa masuk timnas, kalau kamu mau besok bapa tunggu kamu di
sini?”kata bapa “iya pa saya mau”. Saat di rumah dia memberitahukan kepada
ayahnya “yah tadi aku main bola terus ada bapa-bapa namanya rahmad darmawa dia
adalah pelatih timnas U-10 tahun aku di ajak sama bapa itu masuk timnas besok
aku d suruh ke lapangan sama bapa itu” kata dika “kamu kan sudah ayah bilangin
jangan bermain bola lagi”kata ayah “ tapi yah aku di ajak masuk timnas itu
kesempatan yang baik”jawab dika “nak masuk timnas harus butuh uang banyak dari
mana ayah mau dapat uang banyak kamu kan tau sendiri bapa ga punya pekerjaan,
sudah cepat sana kamu mandi dan jangan berhayal kamu bisa masuk timnas”kata
ayah
Keesokan harinya saat sore hari bapa
rahmad darmawan datang ke lapangan tempat dika main kemarin dan bertemu dengan
imron “ anak yang kemarin yang namanya dika mana?” tanya pa rahmad “ ga tau”
jawab imron “kamu tau ga rumahnya di mana?” tanya pa rahmad “tau pa”jawab dika
“tolong antarin saya ke sana”kata pa rahmad. Sesampainya d rumah dika imron
bertemu dengan dika “dik ada pa rahmad mau ketemu sama kamu”kata imron “ dika
kenapa kamu ga ke lapangan, kamu ga mau masuk timnas?” tanya pa rahmad “ mau
pa,tapi ayah saya ga ngijinin kalau saya masuk timnas beliau bilang masuk
timnas prlu biaya “jawab dika “ ga masuk timnas ga peru biaya, malah kalau kamu
masuk timnas kamu akan d gaji,soal beli sepatu bola ga usah di pikirin biar
bapa yang beli”kata pa rahmad “yang bener pa?”tanya dika “ iya, mana ayah
kamu?”tanya pa Rahmad “ada pa”jawab dika “cepat panggil ayah kamu biar bapa
yang ngejelasin”kata pa rahmad, “yah ada pa rahmad yang pelatih timnas, mau
ketemu bapa?”kata dika. Sesudah pa rahmad menjelaskan semuanya kepada ayah
dika, ayah dika pun mengizinkan dika masuk timnas.
Saat pertandingan antar negara d mulai
tepatnya d london inggris. Indonesia menjadi juara. Seusai pertandingan dika
mendapat tawaran bermain di manchester united junior. Dika berkata kepada pa
rahmad “pa, saya mendapatkan tawaran bermain di manchester united junior, saya
ingin menerima tawaran itu, tapi saya harus izin dulu kepada orang tua
saya?”kata dika “udah kamu terima saja tawaran itu soal orang tua kamu biar
bapa aja yang kasih tau” kata pa rahmad
Akhirnya
dika pun bermain di Manchester United dengan Ardho yang sama-sama dari
Indonesia.by created: Ardho Alberni Hidrian
Tidak ada komentar:
Posting Komentar