Pages

Labels

Rabu, 07 November 2012

cerpen


Anak Malang Yang Mempunyai Bakat
                Seorang anak yang bernama Dika ,setiap pagi ia harus pergi mencari barang bekas untuk di jual, di saat di saat mencari bekas ia menemukan bola, di sore hari ia memainkan bola itu. Ke esokan harinya di saat ia sedang mencari barang bekas ia melihat sekumpulan anak-anak sedang bermain sepak bola, ia duduk sambil melihati anak-anak bermain bola, dan ada anak yang mendekati dika anak itu berkata”kamu mau ikut main?”dika menjawab”ya”dengan gembira saat bermain dika jarang mendapatkan bola, di saat ia mendapatkan bola ia bingung apa yang harus ia lakukan dan ada seorang anak berkata “tendang!!tendang!!” ia pun menendang bola itu dengan keras dan tidak terarah. Seusai bermain ia pulang dengan keadaan baju yang kotor dan membawa barang bekas yang sedikit, sesampainya di rumah ia di marahi oleh orang tuanya karna bajunya yang kotor ayahnya pun berkata” kamu habis dari mana? ” dengan suara yang keras dika pun menjawab” main bola pa “  “awas kalau kamu besok main bola lagi, sudah sana cepat mandi” dika pun langsung mandi d sumur.
          Ke esokan harinya di waktu pagi ia memainkan bola yang ia dapat di waktu memungut barang bekas, ia memaikan bola itu tak kenal lelah. Saat siang hari dika memungut barang bekas lagi, dia memungut barang bekas sampai ke stadion, dia memasuki stadion itu. Di dalam stadion ia melihat orang-orang yg sedang latihan dia mengamati orang yg sedang latihan. Saat malam ia menonton bola d tv. Saat pagi hari ia memainkan bola itu dan ia teringat apa yang di lihatnya saat di stadion, saat menonton tv ia coba mempelajari apa yang dia lihat. Dia pun lama-keamaan mulai bisa, sore hari ia pergi lagi ke stadion untuk melihat orang latihan ia mempelajari apa yang dia lihat se waktu dia mengamati orang yang sedang latihan.
          Pada kesokan harinya ia pergi ke tempat anak-anak yang sedang bermain. Dia duduk sambil melihat anak-anak yang sedang bermain dan berharap dia di ajak main, sudah lama ia duduk dia tidak di ajak main, akhirnya ia memutuskan untuk pulang di saat dia berdiri ada seorang anak berteriak “hey” dika pun langsung membalikkan badannya ternyata dia anak yang kemarin yang ngajak dika untuk main anak itu berkata” kamu anak yang kemarin ikut main kan “ dika pun menjawab “ iya, aku boleh ikut main lagi? “ boleh, nama kamu siapa? “tanya anak itu, dika menjawab “ dika “anak itu berkata “ kalau aku imron, kamu mainnya d striker ya? “ aku ga bisa main di striker aku bisanya d gelandang serang “jawab dika, imron berkata “ya udah kalau gitu aku mainnya di striker”. Saat bermain ada seorang bapa yang mengamati anak-anak bermain, bapa itu terpikau atas permainana dika. Se usai bermain bapa itu mendekati dika dan berkata “nama kamu siapa?” “dika pa” jawab dika “ perkenalkan nama bapa rahmad darmawan, bapa adalah petaih timnas U-10 tahun, kamu mau ga ikut bapa masuk timnas, kalau kamu mau besok bapa tunggu kamu di sini?”kata bapa “iya pa saya mau”. Saat di rumah dia memberitahukan kepada ayahnya “yah tadi aku main bola terus ada bapa-bapa namanya rahmad darmawa dia adalah pelatih timnas U-10 tahun aku di ajak sama bapa itu masuk timnas besok aku d suruh ke lapangan sama bapa itu” kata dika “kamu kan sudah ayah bilangin jangan bermain bola lagi”kata ayah “ tapi yah aku di ajak masuk timnas itu kesempatan yang baik”jawab dika “nak masuk timnas harus butuh uang banyak dari mana ayah mau dapat uang banyak kamu kan tau sendiri bapa ga punya pekerjaan, sudah cepat sana kamu mandi dan jangan berhayal kamu bisa masuk timnas”kata ayah
          Keesokan harinya saat sore hari bapa rahmad darmawan datang ke lapangan tempat dika main kemarin dan bertemu dengan imron “ anak yang kemarin yang namanya dika mana?” tanya pa rahmad “ ga tau” jawab imron “kamu tau ga rumahnya di mana?” tanya pa rahmad “tau pa”jawab dika “tolong antarin saya ke sana”kata pa rahmad. Sesampainya d rumah dika imron bertemu dengan dika “dik ada pa rahmad mau ketemu sama kamu”kata imron “ dika kenapa kamu ga ke lapangan, kamu ga mau masuk timnas?” tanya pa rahmad “ mau pa,tapi ayah saya ga ngijinin kalau saya masuk timnas beliau bilang masuk timnas prlu biaya “jawab dika “ ga masuk timnas ga peru biaya, malah kalau kamu masuk timnas kamu akan d gaji,soal beli sepatu bola ga usah di pikirin biar bapa yang beli”kata pa rahmad “yang bener pa?”tanya dika “ iya, mana ayah kamu?”tanya pa Rahmad “ada pa”jawab dika “cepat panggil ayah kamu biar bapa yang ngejelasin”kata pa rahmad, “yah ada pa rahmad yang pelatih timnas, mau ketemu bapa?”kata dika. Sesudah pa rahmad menjelaskan semuanya kepada ayah dika, ayah dika pun mengizinkan dika masuk timnas.
          Saat pertandingan antar negara d mulai tepatnya d london inggris. Indonesia menjadi juara. Seusai pertandingan dika mendapat tawaran bermain di manchester united junior. Dika berkata kepada pa rahmad “pa, saya mendapatkan tawaran bermain di manchester united junior, saya ingin menerima tawaran itu, tapi saya harus izin dulu kepada orang tua saya?”kata dika “udah kamu terima saja tawaran itu soal orang tua kamu biar bapa aja yang kasih tau” kata pa rahmad
          Akhirnya dika pun bermain di Manchester United dengan Ardho yang sama-sama dari Indonesia.

by created: Ardho Alberni Hidrian

Tidak ada komentar:

Posting Komentar